Perjalanan ini tidak dimulai dari bisnis.
Ia dimulai dari satu hal sederhana: menulis.
Tahun 1996, saya mulai menjadi penulis artikel. Saat itu, saya belum tahu akan dibawa sejauh apa langkah ini. Yang saya tahu hanya satu—saya mencintai dunia menulis.
Tahun 2005, saya mendapat kesempatan menulis bersama Kompas Gramedia. Di titik ini, saya mulai melihat bahwa menulis bukan sekadar hobi. Ia bisa menjadi jalan hidup.
Hingga akhirnya, tahun 2007, saya mendirikan INDSCRIPT.
Awalnya sederhana—saya hanya ingin meneguhkan diri sebagai penulis sekaligus pengusaha di bidang jasa penulisan.
Tapi ternyata… Allah membuka jalan yang jauh lebih luas.
Dari dunia penulisan, saya dipertemukan dengan begitu banyak orang hebat. Para tokoh dengan kisah luar biasa. Para penulis buku biografi yang tidak hanya berkarya, tapi juga berdampak. Dari sana, lahir sinergi. Bukan sekadar kerja sama, tapi kolaborasi yang saling menguatkan.
Langkah saya semakin terbuka ketika bergabung dalam komunitas business network internasional—sebagai seorang penulis. Di titik ini, saya semakin sadar: kemampuan menulis bukan hanya menghasilkan karya, tapi juga membuka akses, membangun kepercayaan, dan memperluas pengaruh.
Perjalanan ini terus berkembang.
Saya membangun komunitas—para perempuan, para profesional—yang bertumbuh bersama lewat tulisan.
Dan Masya Allah… dari sana lahir buku-buku yang tidak hanya enak dibaca, tapi juga “bergizi” untuk Indonesia. Buku yang menginspirasi, menggerakkan, dan menjadi amal jariyah.
Bukan hanya karya yang lahir.
Persahabatan tumbuh. Kolaborasi menjadi nyata.
Saya berkesempatan bersinergi dengan Ciomy, bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar, hingga menjalin kemitraan dengan berbagai hotel dan layanan perjalanan di Indonesia.
Bahkan dari jalan menulis ini pula, saya membangun bisnis-bisnis lain seperti Ammar Kaayu dan Naisar Forest Garden. Semua itu tidak pernah lepas dari satu akar yang sama: dunia penulisan.
Menulis membuka pintu.
Lalu dari pintu itu, terbuka lorong-lorong baru yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
Ilmu—sudah pasti.
Relasi—tak terhitung.
Kolaborasi—tak terduga.
Hingga bisnis dan partnership yang terus bertumbuh.
Karena itu saya selalu percaya—
menulis bukan hanya tentang kata-kata.
Menulis adalah jalan.
Dan dari jalan itu… kehidupan membuka begitu banyak kemungkinan.
