Khoirotul Izzah, seorang dosen dan wirausahawan, adalah sosok yang mendedikasikan keahliannya lebih dari 10 tahun sebagai konsultan lembaga pendidikan. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman aktif di dunia pesantren, ia memiliki pemahaman mendalam tentang teori dan praktik pendidikan.
Khoirotul Izzah melihat Training of Trainer (ToT) sebagai kesempatan emas untuk meng-upgrade ilmu, memperluas wawasan, dan mengembangkan kapasitasnya sebagai seorang trainer yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengubah pandangan tentang pentingnya pendidikan tinggi dan memberdayakan generasi muda.
Sebagai seorang akademisi yang aktif di dunia pesantren, Khoirotul Izzah memiliki pemahaman unik tentang dinamika lembaga pendidikan. Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai konsultan lembaga pendidikan telah mengasah kemampuannya dalam menganalisis, merancang strategi, dan memberikan solusi yang relevan dengan realitas di lapangan.
Ia menyadari tantangan di era digital yang serba cepat, dan melihat ToT sebagai sarana penting untuk belajar dari para ahli yang berpengalaman guna meningkatkan kapasitas dirinya sebagai seorang trainer. Tujuannya bukan hanya untuk menambah ilmu dan pengalaman baru, tetapi juga untuk meng-upgrade diri dan mengembangkan ilmu yang telah dimiliki.
Motivasi utama Khoirotul Izzah mengikuti ToT adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman baru, serta meng-upgrade ilmunya. Ia mencari fase di mana ia dapat mengembangkan ilmunya dan mendapatkan pengalaman baru. Ia ingin menyelesaikan tantangan era digital yang serba cepat dengan meningkatkan kapasitasnya sebagai trainer.
Khoirotul Izzah memiliki visi yang jelas tentang audiens yang ingin ia dampingi: para mahasiswa. Isu yang paling ingin ia bantu selesaikan adalah pandangan masyarakat yang masih memandang pendidikan tinggi sekadar sebagai ajang mencari ijazah, bukan sebagai sarana penting untuk pengembangan diri dan masa depan.
Melalui kelas dan pelatihannya, ia ingin menghadirkan perubahan mindset tentang pentingnya menempuh pendidikan hingga jenjang perkuliahan. Dalam 3-5 tahun ke depan, ia ingin meninggalkan warisan berupa ilmu yang bermanfaat dan sudut pandang kesuksesan yang lebih luas bagi masyarakat. Keunikannya sebagai trainer adalah kemampuannya menjembatani teori dengan realitas di masyarakat.
Tujuan spesifik Khoirotul Izzah mengikuti ToT ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri, baik secara personal maupun profesional, serta membuka peluang finansial baru.
Ia ingin membangun personal branding sebagai trainer di bidang pengelolaan sekolah, manajemen, keorganisasian, dan manajemen konflik di lingkungan lembaga pendidikan. Ia memiliki komunitas perkumpulan mahasiswa program studi manajemen pendidikan yang siap menjadi audiensnya.
Ia melihat program “Together Goes To School” dari Indscript Creative sebagai gerakan literasi yang penting untuk membuka celah bagi siswa mengetahui bakat mereka dan mencegah perundungan. Kolaborasi antara profesinya dan program ini sangat cocok untuk menggali manajemen di sekolah.
Khoirotul Izzah sangat serius ingin menjadikan profesi trainer sebagai bagian dari karier jangka panjangnya. Ia siap mengalokasikan waktu dan energi untuk pengembangan modul, koordinasi tim, dan pelaksanaan pelatihan.
Jika kelas ini berhasil mengubah hidupnya, ia bercita-cita membuat yayasan bagi siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga siap bekerja. Ia ingin dikenal sebagai “Trainer sesuai dengan keahliannya,” yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.