Lompat ke konten
Bimtek Kepenulisan Dispusipda Jabar
Beranda » Blog » Menulis Budaya Sunda, Menjaga Warisan hingga ke Gen Z: Cerita dari Bimtek Kepenulisan Dispusipda Jabar

Menulis Budaya Sunda, Menjaga Warisan hingga ke Gen Z: Cerita dari Bimtek Kepenulisan Dispusipda Jabar

15 April 2026

Indscript Creative merasa bangga dan berbahagia bisa ambil bagian dalam acara Bimbingan Teknik Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Bersama dengan Gramedia sebagai partner, Indscript menyusun gagasan materi untuk puncak acara bimtek yang telah berlangsung Kamis, 15 April 2026, di Aula Graha Pustaloka Dispusipda Jabar.

Acara ini sebenarnya adalah puncak dari serangkaian acara yang dimulai pada bulan Maret 2026. Sepanjang Maret 2026, Dispusipda menjaring ratusan naskah artikel budaya dari para peserta yang berprofesi sebagai pustakawan, pegiat literasi, pelajar/mahasiswa, dan masyarakat umum di Provinsi Jawa Barat. Salah satu syarat penulis adalah orang yang belum pernah membukukan buku solonya.

Bimtek Kepenulisan Dispusipda Jabar

Indscript bertugas menjaring 50 naskah dari 162 naskah yang terkirim. Tim editor Indscript menyeleksi naskah berdasarkan kesesuaian tema yaitu Tantangan Mempertahankan Budaya Lokal di Kalangan Gen Z, tata bahasa, kerapian naskah, dan beberapa kriteria lain. Rencananya, 50 naskah yang terpilih ini akan dibukukan ke dalam sebuah buku antologi yang akan menjadi koleksi dari Perpus Jabar.

Sebelum dibukukan, 50 penulis naskah tersebut diundang datang ke Bandung untuk mendapatkan bimbingan teknik secara langsung dari dua narasumber yang telah Indscript dan Gramedia bantu siapkan. Mereka adalah pakar budaya Sunda, Dr. Jamaludin, M.Sn. dan pakar kepenulisan, Indari Mastuti, founder Indscript Creative. Adapun, pemaparan materi dipandu oleh moderator Sari Agustia, CEO Indscript Creative.

Kedua materi dipaparkan dengan sangat apik oleh narasumber. Peserta bimtek yang hadir pun antusias bertanya, memberikan pengalaman dan pendapat, serta ikutan games seru yang dipandu moderator. Tak lupa tentunya hadiah buku-buku disediakan oleh narasumber, Gramedia, dan Indscript. Tak lupa, Ciomy, sebagai partner Indscript pun hadir meramaikan acara.

Salah satu hal menarik dari pemaparan materi adalah bagaimana beragamnya tema-tema terkait budaya Sunda yang sebenarnya bisa diangkat menjadi cerita. Tak melulu soal tarian atau nyanyian daerah, bagaimana falsafah bangunan rumah penduduk pedalaman Sunda pun ternyata bermakna dan layak dieksplorasi. Belum lagi keragaman kuliner yang ternyata sekarang bisa dikemas secara modern, seperti halnya Ciomy. Semua itu adalah bentuk adaptasi budaya yang menyesuaikan zaman sehingga ramah dan menarik buat Gen Z.

Tantangan utama mengenalkan budaya ini memang tidak main-main. Gempuran budaya asing yang dianggap menarik oleh Gen Z jadi salah satunya. Harapannya, menulis dengan bentuk story telling yang menarik bisa jadi solusinya. Itulah yang menjadi poin penting hari ini, bagaimana tulisan yang berkaitan dengan budaya tidak melulu harus ilmiah. Narasumber mengatakannya dengan istilah esai popular. Segala bentuk yang nge-Pop harapannya akan lebih mudah diterima.

Perjalanan mengenalkan dan mem-viralkan budaya memang belum usai. Perlu dukungan semua pihak supaya budaya Sunda, khususnya, makin dikenal dan jadi cerminan hidup sehari-hari. Narasumber mencontohkan sesimpel menjadikan bahasa Sunda kembali menjadi bahasa ibu di rumah. Setuju?

Semoga setelah ini, makin banyak gerakan-gerakan literasi, konten-konten edukasi, atau imbauan-imbauan inspiratif terkait budaya di dunia digital bisa menyentuh kalangan Gen Z. Indscript pun berkomitmen ikut serta di dalamnya. Semoga setiap langkah ini akan menjadi jalan kebaikan bagi sesama.

Bimtek Kepenulisan Dispusipda Jabar