Lompat ke konten
Beranda » Blog » Rizki Amelia: Dari Ibu Rumah Tangga & Penulis Menuju Trainer Inspiratif, Siap Mengasah Bakat Literasi dan Public Speaking Generasi Muda

Rizki Amelia: Dari Ibu Rumah Tangga & Penulis Menuju Trainer Inspiratif, Siap Mengasah Bakat Literasi dan Public Speaking Generasi Muda

Di Cirebon, Rizki Amelia, seorang ibu rumah tangga, penulis, dan pedagang yang telah berkecimpung di dunia penjualan sejak kuliah pada tahun 2008, kini siap melangkah ke jenjang baru. Dengan pencapaian membanggakan seperti menulis dan menjual bukunya sendiri, ia bertekad mengikuti Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan oleh Indscript dan Joeragan Artikel.

Alasan utama beliau mengikuti ToT adalah keinginannya untuk “pandai public speaking dan mempengaruhi orang”, agar dapat memberikan nilai lebih melalui tulisan maupun lisan. Dalam fase kehidupannya saat ini, ia mencari ketenangan berprofesi halal yang sesuai keahlian, serta tercukupinya seluruh kebutuhan keluarga.

Tantangan yang ingin ia selesaikan adalah upgrade skill public speaking agar lebih dikenal sebagai penulis dan lebih profesional sebagai pedagang, demi mengatasi masalah ekonomi keluarga sepeninggal suami. Ia merasa perlu meningkatkan kapasitas sebagai trainer karena tuntutan kebutuhan dunia yang mendorong setiap orang berusaha memiliki nilai lebih, baik dari attitude maupun skill yang relevan dengan zaman.

Jika tidak mengikuti kelas ini, beliau merasa akan kehilangan peluang berharga untuk meningkatkan diri menjadi pembicara persuasif sesuai tujuannya. Ia bercita-cita menjadi trainer yang dapat mendampingi calon penulis, pegiat literasi, dan pengajar, serta membantu masyarakat mengatasi kesulitan dalam mengenalkan pentingnya membaca pada anak.

Beliau juga ingin membantu masyarakat yang belum mengenal menulis agar mau belajar, serta mendampingi mereka yang memiliki masalah mental melalui kekuatan menulis. Nilai yang ingin ia hadirkan di bidang literasi adalah menjadikan Rumah Baca Al Fath sebagai wadah bagi anak-anak dan masyarakat untuk mendapatkan ilmu, serta merangkul mereka agar dekat dengan buku dan aktif belajar secara persuasif.

Dalam 3-5 tahun ke depan, kontribusi nyata yang ingin ditinggalkannya adalah menjadikan Rumah Baca Al Fath berkembang pesat, tidak hanya sebagai tempat bimbingan belajar, tetapi juga sebagai wadah penemuan dan pengembangan bakat anak, dengan peluang training yang mendukung. Ia belum menemukan perbedaan spesifik dari trainer lain, namun ia bertekad mengaktualisasikan diri semaksimal mungkin untuk menyebarkan kebaikan melalui kemampuannya.

Secara personal, goal beliau mengikuti ToT ini adalah menjadi perempuan mandiri yang dermawan ilmu. Secara profesional, ia ingin menjadi trainer khusus wanita dan anak-anak di bidang pengembangan diri. Secara finansial, ia berkeinginan memiliki usaha distributor produk muslim, termasuk buku, yang hasilnya dapat membiayai sebuah yayasan penghafal Al-Qur’an yang ingin ia bangun.

Beliau ingin membangun personal branding sebagai trainer di bidang kepenulisan dan bimbingan belajar. Ia belum menargetkan jumlah pendapatan spesifik dari profesi trainer, namun ia berencana menciptakan program seperti “Kelas Pulih Dengan Menulis” dan “Program Menciptakan Bakat Menulis Anak-anak”. Ia sudah memiliki komunitas yang siap dikelola, yaitu peserta Rumah Baca dan komunitas pertemanan.

Mengenal program “Together Goes To School” dari Indscript Creative sebagai kelas trainer untuk anak sekolah, Rizki melihat urgensinya dalam menggali bakat, melatih public speaking, dan mengarahkan siswa menemukan skill terpendam mereka. Ia ingin menjadi bagian dari gerakan ini karena sejalan dengan visinya menjadikan menulis sebagai pondasi profesi dan public speaking sebagai motor penggeraknya.

Peluang kolaborasi antara profesinya dengan program ini sangat besar, di mana ia dapat mengasah skill training melalui ToT dan mempraktikkannya secara konkrit melalui program Goes to School. Jika diberi kesempatan mengisi sesi di sekolah, ia akan membawakan materi “Fun with Writing, to be Fun Speaking”. Kesiapan konkretnya adalah keseriusan mengikuti materi di kelas ToT.
Beliau menyatakan keseriusan 100% untuk menjadikan profesi trainer sebagai bagian dari karier jangka panjangnya, sama seriusnya dengan membangun pondasi menulis sejak 2015. Komitmen waktu dan energinya adalah setiap hari menulis, memposting, membagikan tulisan, dan setiap hari mengajarkan tentang menulis.

Jika kelas ini berhasil mengubah hidupnya, dalam 3 tahun ke depan beliau membayangkan dirinya menjadi trainer yang berpengaruh, membantu orang lain mengubah cara pandang hidup menjadi lebih baik, menjadi perempuan mandiri yang telah menyelesaikan segala pelik kehidupan sepeninggal suami, dan anak-anaknya menjadi bagian dari miniatur penggerak calon yayasan penghafal Al-Qur’an. Ia ingin dikenal sebagai Muslimah yang tenang (be calm), berwawasan luas (be a bigger mind), dan gigih berjuang (struggle).