Ingin Jadi Penulis? Lakukan 10 Hal Ini Dulu

Setelah di artikel sebelumnya yang berjudul Trik Menulis agar Bisa Menjadi Penulis Produktif, maka artikel selanjutnya adalah 10 hal yang harus dilakukan oleh calon penulis.

Banyak sekali pertanyaan yang meluncur dari seseorang yang ingin menulis buku, yaitu, “Bagaimana cara menjadi penulis?” Padahal, ada banyak jalan untuk mengejar mimpi tersebut. Anda bisa melakukan 10 hal berikut ini.

Pertama kali tentu harus suka membaca buku.

Seorang penulis membutuhkan amunisi melalui bacaan buku. Agar mendapatkan keragaman kosa kata atau diksi, secara tidak langsung belajar cara bertutur, hingga mempelajari membangun cerita agar menarik. Bagaimana pun juga, membaca dapat memberi pengaruh positif dalam proses berpikir ketika Anda menulis nantinya.

Selain itu, sangat dianjurkan bergabung di komunitas menulis.

Pasalnya, ada beragam manfaat bila mengikuti sekumpulan orang dengan minat yang sama yaitu dunia penulisan lewat komunitas menulis. Seperti, mendapatkan informasi lomba menulis, bebas bertanya mengenai tips menembus penerbit, pelatihan dari dan untuk anggota baik itu berbayar maupun gratis. Dan, yang paling penting adalah menemukan teman seperjuangan, jadi Anda merasa kian bersemangat menjadi penulis.

Tidak ketinggalan memanfaatkan lomba sebagai ajang latihan.

Banyak calon penulis yang merasa tidak percaya diri dengan hasil tulisannya. Maka solusinya dapat mengirimkan naskah ke lomba menulis, atau majalah maupun koran. Hal tersebut dapat menjadi parameter kualitas tulisan. Semakin sering mengirim, kian terasah hasilnya, dan menjadi pemenang atau dimuat di media cetak.

Cara yang paling manjur adalah konsisten menulis di blog.

Lebih baik memegang komitmen akan menulis setiap hari di blog. Baik itu misalnya hanya tiga paragraf, satu halaman, atau berapapun per harinya. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan menulis dan melahirkan karya yang lebih menarik.

Selain itu, coba kirim tulisan ke media massa.

Saat ini, ada pilihan media cetak atau media online yang membuka peluang untuk menulis di sana. Keuntungannya bisa jadi tolak ukur apakah hasil tulisan Anda sudah menarik atau belum.

Jangan lupa, ikut training.

Mengikuti training sangat perlu, agar tahu cara menulis dengan benar. Misalnya, gimana penyusunan kata yang pas, bagaimana menghasilkan kalimat hingga membuat paragraf.

Agar konsisten menulis, maka buat jadwal menulis.

Jangan menunggu ada waktu luang baru menulis. Biasanya, itu justru membuat Anda tidak sempat menulis. Tapi buat jadwal menulis. Misalnya jam 4 pagi selama 15 menit. Sebentar juga tidak masalah, asal konsisten setiap hari.

Pastikan punya target menulis harian.

Misalnya, satu halaman setiap hari. Anda sendiri yang menentukan berapa target menulis Anda setiap hari. Sedikit tidak apa-apa asal dilakukan konsisten, ya.

Untuk menunjang target tercapai, buat reward.

Contoh: jika seminggu target tercapai, maka Anda boleh libur menulis 1 hari untuk refreshing. Apapun itu asal bisa meningkatkan produktifitas menulis Anda.

Buat juga punishment.

Ini kebalikan dari reward. Misalnya: sekali tidak capai target, maka target hari berikutnya ditambah.

Agar target harian tercapai, Anda harus mencatatnya di Metrik Pencapaian, merupakan sebuah alat yang sudah teruji mendorong pemiliknya bisa meraih target. Baik target menulis, target bisnis, maupun target lainnya. Informasi mengenai superboard Metrik Pencapaian bisa KLIK DI SINI.

Jadi penulis? Harus berani punya target harian, ya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com