5 Poin yang wajib Ada di Proposal Penerbitan Buku

Seperti informasi di artikel sebelumnya yang berjudul 5 Cara Menerbitkan Buku buat IRT, maka siapa saja bisa menulis. Tapi, setelah Anda menyelesaikan satu buah naskah, maka langkah selanjutnya adalah mengirimkan tulisan tersebut ke penerbit. Namun, Anda tidak hanya mengirimkan naskah saja, tetapi wajib menyertakan proposal. Lalu, bagaimana membuat proposal yang memikat pihak penerbit? Silahkan simak lima poin di bawah ini:

Satu, menyantumkan biodata.

Antara lain nama lengkap, nama pena jika ada, alamat email dan nomor handphone untuk memudahkan penerbit menghubungi Anda, daftar prestasi di dunia penulisan jika memiliki sebagai nilai plus, serta judul-judul buku yang sudah pernah diterbitkan.

Dua, tulislah apa keunggulan naskah Anda jika dibandingkan dengan buku yang serupa.

Contohnya, konflik yang bervariasi sehingga membuat pembaca tidak cepat bosan, terdapat tips di bidang tersebut jika naskah Anda adalah nonfiksi, dan lainnya. Jadi, walaupun tema yang Anda angkat sudah umum, setidaknya penerbit memahami apa yang menjadi nilai jual naskah tersebut.

Tiga, tulis pula buku yang menjadi pesaing Anda.

Tujuannya agar penerbit tahu apa yang membuat naskah Anda berbeda dengan buku yang sudah terbit, sehingga menjadi bahan pertimbangan diterima atau tidak.

Empat, beberapa penerbit akan mempertanyakan rencana promosi Anda jika buku tersebut akan terbit.

Anda dapat menuliskan rencana promosi offline dan online secara mendetail. Misalnya, untuk offline akan melakukan launching, bedah buku, on air di radio, dan lain-lain.

Lima, sinopsis naskah.

Salah satu bagian penting dalam proposal ke penerbit adalah menuliskan sinopsis, sebagai salah satu gambaran kasar bagi penerbit untuk memahami jalan cerita atau isi naskah Anda secara utuh.

Agar mudah diingat, Anda bisa mencatat hal-hal penting di atas di Agenda Remaja Prestatif. Selain itu, Anda harus mencatat kegiatan “menulis” di dalam to do list harian, sehingga secara tidak langsung membuat Anda ingat untuk menulis setiap hari. Dengan begitu, tanpa terasa Anda busa menyelesaikan naskah sekitar 100 halaman. Isinya Agenda Remaja Prestatif apa aja sih? Ada catatan khusus tugas sekolah, tugas rumah, tugas untuk diri sendiri, rasa syukur hari ini agar selalu bahagia, rasa sedih hari ini agar jadi pelajaran, keburukanku dan kebaikanku untuk belajar melakukan evaluasi diri, hingga kata mutiara sebagai media belajar menulis.

Agenda Remaja Prestatif bagaikan sahabat anak muda yang ingin mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif. Anda bisa mencatat tugas harian, rasa syukur, hingga pengalaman pahit agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bisa digunakan untuk anak sendiri atau kado menarik. Informasi mengenai Agenda Remaja Prestatif bisa KLIK DI SINI.

Anda punya pertanyaan apa soal bisnis atau menulis? Silahkan tulis di komentar akan kami jawab lewat artikel berikutnya.

Wuri Nugraeni
 

Ibu 1 putra. Copywriter. Penulis buku #99EmakPebisnis #FISIP #CenatCenutReporter dll. Blogger. www.wurinugraeni.com

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: