LIPUTAN: Workshop Pembuatan Lukisan Daur Ulang Sampah untuk Pelukis Jelekong

Senin (9 April 2018), telah diselenggarakan sebuah event keren berwawasan seni dan lingkungan di gedung padepokan Giri Harja kawasan kampung seni, Jelekong, Kabupaten Bandung.
Sebagai insan yang miliki darah seni dan belajar cinta lingkungan, tentu acara ini cukup memesona hati saya. Untunglah, diberi kesempatan untuk menghadiri bersama Teh Indari Mastuti (salah satu tamu kehormatan, mewakili Sekolah Perempuan).

Well, event ini bertajuk: Workshop Pembuatan Lukisan Daur Ulang Sampah untuk Pelukis Jelekong (Kab. Bandung), dengan spesifikasi tema, “Ubah Sampah Jadi Berkah”.
Sudah mulai tergambar yaa, korelasi antara sisi kesenian dengan sisi lingkungannya.
Visi utama dari acara yang diinisiasi oleh Yayasan Solusi Bersinar Indonesia (YSBI), juga Bank Sampah Bandung (BSB) yang dipimpin oleh Ibu Fifie Rahardja ini adalah, ingin menjadikan sampah lebih terolah bahkan mampu memiliki nilai jual kembali.

Workshop ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Citarum Harum yang digulirkan oleh pemerintah. Ibu Fifie Rahardja mengejawantahkannya ke dalam sub program yang bernama, “Program Kota Seribu Terang.” Tak tanggung-tanggung, surat kabar harian Pikiran Rakyat pun menjadi partner utama.

Nah, selain nama yang sudah saya sebutkan di awal, ternyata banyak tokoh penting yang turut hadir dan mendukung acara ini, diantaranya:
Bapak Januar P. Rusmita (Dirut Pikiran Rakyat), Bapak Herman (Markom PR), Ibu Irena Vanessa Gunawan (Dekan FSRD Univ. Maranatha), Bapak Tan Deseng (maestro seni Sunda), serta jajaran perwakilan aparatur pemerintahan Kabupaten Bandung. Sebenarnya masih ada beberapa tokoh yang mungkin luput dari ingatan saya.

Pada awalnya, saya mengira pelukis Jelekong ini didominasi oleh orang dewasa. Wow, malah sebaliknya. Sebagian besar dari mereka justru para remaja. Saya hanya membayangkan, dengan modal SDM bertalenta sebanyak ini, Indonesia ke depan bisa sekece apa. Asalkan, mereka diarahkan serta di support dengan sebaik-baiknya.

Pasca rehat siang, sesi sharing bersama para ahli dimulai. Dosen-dosen pun didapuk menjadi pengisinya. Ada Ibu Nunik Mawardi (dosen Fashion Design univ. Maranatha) juga Pak Ismet Zainal Effendi (Kaprodi Seni Rupa univ. Maranatha). Mereka memberikan materi menarik seputar seni murni dan kontemporer. Bagaimana kreativitas amat dituntut di era milenal ini.
Mendekati penutupan acara, dilakukan pula pemberian penghargaan dan soft launching (penyerahan simbolik) buku biografi sang Maestro Sunda, Bapak Tan Deseng.
FYI, buku biografi ini digarap oleh tim Indscript Creative, lho.

All over, Alhamdulillah rangkaian agenda workshop berjalan dengan baik dan lancar.
Yang terpenting adalah langkah nyata sebagai tindak lanjut atas poin-poin yang harus dikerjakan setelah mendapatkan berbagai pencerahan.
Semoga event inspiratif seperti ini lebih sering dan lebih banyak lagi diadakan.

Reporter: Chika Ananda

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait
nidasyauqi9
 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: