Sekolah Perempuan

Author Archives: Sekolah Perempuan

Mengapa Perempuan Perlu Menulis

[VIDEO siaran radio]Kepala Sekolah Perempuan, Anna Farida, menyatakan bahwa melalui menulis, perempuan bisa tetap sehat secara intelektual, mental, sosial, dan produktif secara finansial. Menulis adalah aktivitas yang melibatkan semua aspek pembelajaran, dan bisa dilakukan di rumah. Melalui konsistensi dan bimbingan yang pas, menulis bisa dilakukan siapa pun. (Siaran Radio Sonora FM, Bandung, 18 Desember 2014)

Baca Selengkapnya...

Kelas Tunggal “Kupas Tuntas EYD”

Ingin menghasilkan tulisan yang renyah sesuai kaidah? Ikuti kelas tunggal “Kupas Tuntas EYD” yang diselenggarakan oleh Sekolah Perempuan. Kelas ini diampu oleh Anna Farida. Dia adalah penulis, editor, penerjemah, yang karyanya bisa dilihat diwww.annafarida.com. Dengan biaya 150 ribu rupiah, Anda bisa menikmati sajian materi EYD yang segar, padat, dan berkualitas. Bukan hanya itu, Anda juga bisa […]

Baca Selengkapnya...

Komunitas Menulis Bagi Kalangan Perempuan

Komunitas menulis yang diperuntukkan khusus bagi kalangan perempuan mungkin masih terhitung jari. Tetapi, justru dari perkumpulan para perempuan tersebut memiliki satu persamaan. Hal tersebut cukup menguntungkan karena terdapat banyak kesamaan. Apalagi calon penulis wajib mengikuti komunitas menulis untuk mendukung keahlian dan karirnya. Salah satunya bergabung di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dapat menjadi pilihan tepat. […]

Baca Selengkapnya...

AKU DI SEKOLAH PEREMPUAN PART I oleh Nensinur Sastra

Ini adalah pengalaman Nensinur Sastra, salah satu peserta Sekolah Perempuan Angkatan-4. Dia adalah penyandang disabilitas namun pembawaannya ceria. Terasa sekali optimisme yang dia tularkan melalui blognya: http://diksi28.blogspot.com/2014/05/sekolah-perempuan-part-i_5.html AKU DI SEKOLAH PEREMPUAN PART I. Ada yang berbeda dari Sabtu awal Mei kemarin. Sejak Subuh aku telah bersiap dengan mengemasi barang-barang penting untuk petualangan baru. Hari itu […]

Baca Selengkapnya...

Kelas Tunggal Menulis Artikel

Sekolah Perempuan menyelenggarakan Kelas Menulis Artikel, terbuka untuk umum.  Apa saja yang akan Anda peroleh? Ilmu tentang menulis artikel yang menarik Teman-teman yang seru Pendampingan selama sebulan oleh pemateri Kesempatan untuk jadi penulis artikel di Indscript Corp. karena kebutuhan penulis artikel sangat banyak. Waktu: Rabu, 9 April 2014, pukul 19.00-22.00 WIB Biaya: 100.000 rupiah Cara […]

Baca Selengkapnya...

ANGKATAN KE-2 USAI, MENYAMBUT ANGKATAN KE-3

Waktu berlari.Sekolah Perempuan Angkatan II yang dimulai bulan November 2013 berakhir secara resmi hari ini.Setelah memberikan materi pamungkas tentang proses penerbitan buku dari awal hingga akhir, Sekolah Perempuan mengantarkan dua puluh sembilan alumnus untuk mandiri.Kini saatnya para mentor dan mentee berjabat tangan sebagai rekan sejawat, sesama penulis 🙂 Mereka adalah: KELAS ONLINE 1. Rolita Sari 2. […]

Baca Selengkapnya...

Angkatan Pertama Usai

Setelah belajar bersama selama tiga bulan, tiba juga saatnya Sekolah Perempuan melepas peserta angkatan pertama. Perasaan kami di hari Sabtu tanggal 9 November 2013 itu campur aduk. Antara lega, karena bisa mengantarkan para peserta hingga akhir masa pembelajaran, sekaligus sedih karena ternyata tiga bulan itu cukup menjadikan kami dekat secara emosional. Dengan rasa bangga kami […]

Baca Selengkapnya...

Semangat Konsisten

Oleh : Tri Handayani Hari pertama menghadiri Kelas Sekolah Perempuan, saya datang terlambat. Harusnya saya bisa datang tepat waktu, kalau di rumah tidak ada tukang yang sedang mencat kembali rumah saya. Tidak ada rekayasa lalu-lintas di jalan Buahbatu yang hanya boleh satu arah dari Selatan ke Utara dari jam 6 – 8 pagi. Tidak ada […]

Baca Selengkapnya...

Tidak Mimpi Untuk Menjadi Penulis

Oleh : Tri handayani Sejak dua tahun ini saya mencari peluang dan kesempatan baru untuk mengisi hari-hari saya kedepan. Karena hampir 27 tahun menjadi dosen PNS yang diperbantukan di perguruan tinggi swasta seolah membuat diri saya tidak berkembang. Karier saya sudah mentok. Diusia dimana umumnya teman-teman saya sudah pensiun, saya masih harus mengabdi menunggu masa […]

Baca Selengkapnya...